Pertama
kali aku masuk ekskul pencak silat itu pas UTS kelas 7 . Aku (Asni) diajakin
sama Talitha untuk masuk silat . Dan masih inget banget waktu itu hari Sabtu (Karena
Sabtu emang khusus ekskul) aku sama Talitha ketemu pertama kali sama pelatihnya
itu Ka Agus .Kita berdua diajarin kuda-kuda dasar yang butuh waktu lumayan lama
(Maklum , aku sama Talitha bener-bener belom kesentuh sama Silat) . Waktu itu
juga yang latihan dikit banget , seinget aku itu ada Ka Ikhsan , Ka Adit, Ka
Aji , sama Ka Agus. Pas dijelasin ternyata ekskul hari itu harusnya libur ,
jadi yang ekskul dikit.
Minggu ke-2 , aku , Talitha , sama Vesya (yang
pertama kali latihan , sedangkan aku sama Talitha udah dua kali). Kita bertiga
diajak ke lapangan serong buat latihan , soalnya sekolah gak boleh dipake (karena
kelas 9 mau ujian) . Disini , kita bertiga pertama kali ketemu sama Ka Hari dan
anak silat lainnya yang lumayan banyak . Kita semua disuruh mengelilingi
lapangan serong , karena kami bertiiga baru (banget) masuk , jadi Cuma 3 kali
puteran aja.
Minggu ke-3
. Aku , Talitha ,Vesya ketemu sama Ayu (anak baru di silat) , aku inget banget
pas itu hari rabu . Yang latihan juga lumayan banyak . Seperti biasa , kita
pemanasan dulu . Nah, abis pemanasan ini kita games (Pemilihan anggota dari
hasil suit , ada yang menang , ada juga yang kalah) waktu itu aku masuk kelompok kalah , yaudah deh. Tapi selama
games ini , aku ga pernah dapet bola (mungkin gara-gara aku masih ngerasa ga
pede , kali yaa) mulai dari situ aku sedih banget , setiap latihan kayak gini.
Minggu ke -4
. Kita latihan seperti biasa (awalnya pemanasan, terus masuk materi) . Aku di
minggu ke-4 ini hampir banget nangis didepan kakak pelatihnya (Mungkin, aku
kaget kali ya , dikerasin) . Aku hampir aja mau keluar dari ekskul ini , tapi
karena niat yang diawali dengan Bismillah , aku menghapus air mataku (anta,
tapi bener ko :”( ) aku lanjutin latihhan di hari Rabu ini.Pas Cooling Down ,
aku masih nyesek banget . Aku mau nangis pun ketahuan sama Ka Ipeh, aku jadi
malu .
Setiap mau
ekskul , aku selalu deg-degan (mungkin gara-gara masih nyesek , apa gimana) .
Tapi , aku selalu memottivasi diriku sendiri dengan kata-kata “Asni, ini masih
diawal dan belum ada hasilnya , aku masih belum jadi apa-apa dan aku mau liat
hasilnya di akhir titik pencapaianku nanti” . Akhirnya dengan motivasi ini ,
aku sampe sekarang masih bertahan di ekskul silat . Aku merasa lama-lama ekskul
ini jadi menyenangkan (karena sudah lama , mungkin 1 tahun lebih aku di ekskul
ini) dan merasa ekskul ini adalah keluarga baru.
Ka Hari juga
nasehatin anak-anak silat dengan kata-kata “Jika kalian berenang dan udah
nyampe setengahnya , kalian mau balik atau mau lanjutin? Capek nya sama , jadi
kalian kalau bisa lanjutin sampe akhir.” Kurang lebih kayak gitu . Aku pikir-pikir
, ini bener juga . Aku udah nyampe setengahnya . Udah beli baju , bayaran ,
beli jaket sama yang lain-lain keperluan . Masa gitu aja aku berhenti(?) , aku
gamau , aku harus jadi orang (bukan arti sebenarnya) . Akhirnya , aku setiap
ekskul pasti dapet kesenangan tersendiri.
Teman-teman,
maksud aku menulis cerita nyata ini buat memberi motivasi kepada teman-teman
semua untuk tidak berhenti di tengan jalan . Jika kalian merasakan jatuh ,
kalian akan merasakan terbang juga .
Jika kalian merasakan kesedihan , pasti kalian akan mendapatkan kesenangan .
Semua ini berjalan tanpa di duga-duga , kita tidak tahu apa yang akan terjadi
esok hari . Tapi kita bisa menyikapinya dengan lapang dada. Itu kunci dari
kesuksesan.

