Jumat, 25 April 2014

Kunci Kesuksesan

Diposting oleh Unknown di 22.58 0 komentar


Pertama kali aku masuk ekskul pencak silat itu pas UTS kelas 7 . Aku (Asni) diajakin sama Talitha untuk masuk silat . Dan masih inget banget waktu itu hari Sabtu (Karena Sabtu emang khusus ekskul) aku sama Talitha ketemu pertama kali sama pelatihnya itu Ka Agus .Kita berdua diajarin kuda-kuda dasar yang butuh waktu lumayan lama (Maklum , aku sama Talitha bener-bener belom kesentuh sama Silat) . Waktu itu juga yang latihan dikit banget , seinget aku itu ada Ka Ikhsan , Ka Adit, Ka Aji , sama Ka Agus. Pas dijelasin ternyata ekskul hari itu harusnya libur , jadi yang ekskul dikit.
 Minggu ke-2 , aku , Talitha , sama Vesya (yang pertama kali latihan , sedangkan aku sama Talitha udah dua kali). Kita bertiga diajak ke lapangan serong buat latihan , soalnya sekolah gak boleh dipake (karena kelas 9 mau ujian) . Disini , kita bertiga pertama kali ketemu sama Ka Hari dan anak silat lainnya yang lumayan banyak . Kita semua disuruh mengelilingi lapangan serong , karena kami bertiiga baru (banget) masuk , jadi Cuma 3 kali puteran aja.
Minggu ke-3 . Aku , Talitha ,Vesya ketemu sama Ayu (anak baru di silat) , aku inget banget pas itu hari rabu . Yang latihan juga lumayan banyak . Seperti biasa , kita pemanasan dulu . Nah, abis pemanasan ini kita games (Pemilihan anggota dari hasil suit , ada yang menang , ada juga yang kalah) waktu itu aku masuk  kelompok kalah , yaudah deh. Tapi selama games ini , aku ga pernah dapet bola (mungkin gara-gara aku masih ngerasa ga pede , kali yaa) mulai dari situ aku sedih banget , setiap latihan kayak gini.
Minggu ke -4 . Kita latihan seperti biasa (awalnya pemanasan, terus masuk materi) . Aku di minggu ke-4 ini hampir banget nangis didepan kakak pelatihnya (Mungkin, aku kaget kali ya , dikerasin) . Aku hampir aja mau keluar dari ekskul ini , tapi karena niat yang diawali dengan Bismillah , aku menghapus air mataku (anta, tapi bener ko :”( ) aku lanjutin latihhan di hari Rabu ini.Pas Cooling Down , aku masih nyesek banget . Aku mau nangis pun ketahuan sama Ka Ipeh, aku jadi malu .
Setiap mau ekskul , aku selalu deg-degan (mungkin gara-gara masih nyesek , apa gimana) . Tapi , aku selalu memottivasi diriku sendiri dengan kata-kata “Asni, ini masih diawal dan belum ada hasilnya , aku masih belum jadi apa-apa dan aku mau liat hasilnya di akhir titik pencapaianku nanti” . Akhirnya dengan motivasi ini , aku sampe sekarang masih bertahan di ekskul silat . Aku merasa lama-lama ekskul ini jadi menyenangkan (karena sudah lama , mungkin 1 tahun lebih aku di ekskul ini) dan merasa ekskul ini adalah keluarga baru.
Ka Hari juga nasehatin anak-anak silat dengan kata-kata “Jika kalian berenang dan udah nyampe setengahnya , kalian mau balik atau mau lanjutin? Capek nya sama , jadi kalian kalau bisa lanjutin sampe akhir.” Kurang lebih kayak gitu . Aku pikir-pikir , ini bener juga . Aku udah nyampe setengahnya . Udah beli baju , bayaran , beli jaket sama yang lain-lain keperluan . Masa gitu aja aku berhenti(?) , aku gamau , aku harus jadi orang (bukan arti sebenarnya) . Akhirnya , aku setiap ekskul pasti dapet kesenangan tersendiri.
Teman-teman, maksud aku menulis cerita nyata ini buat memberi motivasi kepada teman-teman semua untuk tidak berhenti di tengan jalan . Jika kalian merasakan jatuh , kalian akan merasakan terbang  juga . Jika kalian merasakan kesedihan , pasti kalian akan mendapatkan kesenangan . Semua ini berjalan tanpa di duga-duga , kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari . Tapi kita bisa menyikapinya dengan lapang dada. Itu kunci dari kesuksesan.

Kamis, 24 April 2014

Temanku Bukan Temanku

Diposting oleh Unknown di 22.34 0 komentar

Tyas , nama yang indah untuk dijadikan sebuah nama . Gadis ini apa adanya dan sederhana (memang sangat sederhana) . Dia punya prinsip “Cantik dan ganteng itu relative , sebagaimana orang itu mempergunakannya dengan baik” . Memang tidak disangka-sangka , Tyas ini sangat focus sama pelajarannya.
          Dia punya temen yang menurutnya itu (sangat) baik , nama temennya itu Sarah , Shintalia , Diah , Cacantika , dan Amelinna . Mereka itu teman-temannya Tyas pas dikelas 11-IPA .
          Gatau kenapa si Tyas itu kalau mau berangkat sekolah selalu jantungnya berdetak kencang (mungkin ada sesuatu hal yang ditakuti oleh Tyas ) sekencang handphone bergetar. Tyas mencoba untuk rileks dan konsenterasi , ia pun bisa mengatasi hal ini.
          Tyas itu orangnya ambisius dan kalau dibilang dia itu tidak bodoh dan tidak pintar tetapi dia selalu “nyambung” kalau ada pelajaran . Dia pun bisa dikatakan lumayan rajin untuk hal mengerjakan tugas  . Dia pun memilih sendiri kalau sedang mengerjakan tugas, karena menurutnya “Mengerjakan sendiri itu lebih menyenangkan dari yang kukira” . Tetapi , menurut teman-temannya , Tyas itu aneh dan suka enggak nyambung . Kalau Tyas pergi ke toilet (sendirian) , teman-temannya itu engga ada yang mau anterin (padahal selama ini Tyas selalu baik ke teman-temannya) . Tyas pun merasa ada sesuatu yang menjanggal di kehidupan sekolah bersama teman-temannya yang dia anggap baik .
          Setiap Tyas sudah selesai mengerjakan tugas (PR ataupun tugas sekolah) selalu saja ada teman yang meminjam (padahal untuk dicontek) Tyas mengiya-iyakan saja kelakuan teman-temannya itu .
          Dan, setiap sampai disekolah , setiap pula ingin masuk kelas , saat didepan pintu , Diah sedang piket harian . Tyas lihat kalau Diah itu sedang nyapu , jadi dia diam untuk mempersilahkan Diah menyapu sampahnya dengan benar . Tetapi apa yang terjadi? Yang dilakukan Diah malah menyapu kencang-kencang agar sampahnya masuk ke sepatu dan menempel di rok sekolah Tyas , tanpa minta maaf(terdapat senyum diwajah itu( Diah ) . Walaupun hatinya sedih , ia tetap tersenyum dan mengiya-iyakan­ saja kelakuan temannya .
          Dan (lagi) , setiap Tyas sudah selesai jajan , teman-temannya (yang dia anggap baik itu) selalu menegurnya (tetapi ,bukan menegur baik melainkan menegur meremehkan dengan senyuman evil) . Tyas pun sudah tahu kalau temannya itu bukan temannya . Teman sebenarnya hanyalah sebuah perasaan dan bayangan yang selalu menemani dia disaat sendiri. 
          Terkadang , Tyas sering dikucilkan oleh kelompoknya sendiri . Tapi lagi dan lagi Tyas hanya mengangguk kepala (mengiya-iyakan) . Terbesat dalam kepalanya untuk curhat pada seorang teman yang ia percaya . Mungkin ia merasa sedikit lega (walaupun tidak ada beban yang mengurangi tubuhnya) .
Tyas bersama teman-temannya itu pernah “Bergossip” tentang orang lain , namun setiap ada hal seperti ini , Tyas selalu tidak diberik kesempatan berbicara , akhirnya dia pun hanya mendengarkan apa yang dibicarakan teman-temannya. Tyas itu memang polos (beda yaa dengan oon) jadi dia tidak peduli apa yang dibicarakan teman-temannya. Kamu tahu apa yang dibicarakan teman-temannya? Teman-teman Tyas itu sedang membicarakan Tyas sendiri dengan menyamarkan nama Tyas menjadi Jully . (Tapi sebenarnya Tyas sudah peka atas perlakuan teman-temannya, tapi dia hanya memilih untuk diam )
          Kejadian-kejadian seperti ini yang sangat-sangat tidak diketahui oleh orang tua Tyas (sama sekali) , Tyas juga anaknya pendiam , jadi ia jarang berbicara banyak . Sampai suatu hari , ibunya yang sangat sayang kepadanya memeluknya sebelum berangkat sekolah dan merasakan kalau jantung anaknya itu berdetak kencang . Ibunya bertanay “Apa yang terjadi, anakku?” dan Tyas pun menjawab “Tidak ibu, tidak ada apa-apa”  .

          Padahal itu adalah kesempatan besar bagi Tyas untuk memberitahu ibunya , tetapi Tyas malah diam saja . Ketakutan Tyas yang ada setiap ingin berangkat sekolah adalah takut untuk bertemu teman-temannya (yang bermuka dua). 



 

Asni World Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei