Tyas , nama yang indah
untuk dijadikan sebuah nama . Gadis ini apa adanya dan sederhana (memang sangat
sederhana) . Dia punya prinsip “Cantik
dan ganteng itu relative , sebagaimana orang itu mempergunakannya dengan baik”
. Memang tidak disangka-sangka , Tyas ini sangat focus sama pelajarannya.
Dia punya temen yang menurutnya itu
(sangat) baik , nama temennya itu Sarah , Shintalia , Diah , Cacantika , dan Amelinna
. Mereka itu teman-temannya Tyas pas dikelas 11-IPA .
Gatau kenapa si Tyas itu kalau mau
berangkat sekolah selalu jantungnya berdetak kencang (mungkin ada sesuatu hal
yang ditakuti oleh Tyas ) sekencang handphone bergetar. Tyas mencoba untuk
rileks dan konsenterasi , ia pun bisa mengatasi hal ini.
Tyas itu orangnya ambisius dan kalau
dibilang dia itu tidak bodoh dan tidak pintar tetapi dia selalu “nyambung”
kalau ada pelajaran . Dia pun bisa dikatakan lumayan rajin untuk hal
mengerjakan tugas . Dia pun memilih
sendiri kalau sedang mengerjakan tugas, karena menurutnya “Mengerjakan sendiri
itu lebih menyenangkan dari yang kukira” . Tetapi , menurut teman-temannya , Tyas
itu aneh dan suka enggak nyambung . Kalau Tyas pergi ke toilet (sendirian) ,
teman-temannya itu engga ada yang mau anterin (padahal selama ini Tyas selalu
baik ke teman-temannya) . Tyas pun merasa ada sesuatu yang menjanggal di
kehidupan sekolah bersama teman-temannya yang dia anggap baik .
Setiap Tyas sudah selesai mengerjakan
tugas (PR ataupun tugas sekolah) selalu saja ada teman yang meminjam (padahal
untuk dicontek) Tyas mengiya-iyakan
saja kelakuan teman-temannya itu .
Dan, setiap sampai disekolah , setiap
pula ingin masuk kelas , saat didepan pintu , Diah sedang piket harian . Tyas
lihat kalau Diah itu sedang nyapu , jadi dia diam untuk mempersilahkan Diah
menyapu sampahnya dengan benar . Tetapi apa yang terjadi? Yang dilakukan Diah
malah menyapu kencang-kencang agar sampahnya masuk ke sepatu dan menempel di
rok sekolah Tyas , tanpa minta maaf(terdapat senyum diwajah itu( Diah ) .
Walaupun hatinya sedih , ia tetap tersenyum dan mengiya-iyakan saja kelakuan temannya .
Dan (lagi) , setiap Tyas sudah selesai
jajan , teman-temannya (yang dia anggap baik itu) selalu menegurnya (tetapi
,bukan menegur baik melainkan menegur meremehkan dengan senyuman evil) . Tyas
pun sudah tahu kalau temannya itu bukan temannya . Teman sebenarnya hanyalah
sebuah perasaan dan bayangan yang selalu menemani dia disaat sendiri.
Terkadang , Tyas sering dikucilkan
oleh kelompoknya sendiri . Tapi lagi dan lagi Tyas hanya mengangguk kepala (mengiya-iyakan) . Terbesat dalam kepalanya
untuk curhat pada seorang teman yang ia percaya . Mungkin ia merasa sedikit
lega (walaupun tidak ada beban yang mengurangi tubuhnya) .
Tyas bersama teman-temannya itu pernah “Bergossip” tentang
orang lain , namun setiap ada hal seperti ini , Tyas selalu tidak diberik
kesempatan berbicara , akhirnya dia pun hanya mendengarkan apa yang dibicarakan
teman-temannya. Tyas itu memang polos (beda yaa dengan oon) jadi dia tidak
peduli apa yang dibicarakan teman-temannya. Kamu tahu apa yang dibicarakan
teman-temannya? Teman-teman Tyas itu sedang membicarakan Tyas sendiri dengan
menyamarkan nama Tyas menjadi Jully . (Tapi sebenarnya Tyas sudah peka atas
perlakuan teman-temannya, tapi dia hanya memilih untuk diam )
Kejadian-kejadian seperti ini yang
sangat-sangat tidak diketahui oleh orang tua Tyas (sama sekali) , Tyas juga
anaknya pendiam , jadi ia jarang berbicara banyak . Sampai suatu hari , ibunya
yang sangat sayang kepadanya memeluknya sebelum berangkat sekolah dan merasakan
kalau jantung anaknya itu berdetak kencang . Ibunya bertanay “Apa yang terjadi, anakku?” dan Tyas pun
menjawab “Tidak ibu, tidak ada apa-apa” .


0 komentar:
Posting Komentar