Sandy , gadis pemalu ; pendiam ; pintar ; dan istimewa . Sandy bukanlah
gadis normal seperti kita , tetapi memiliki kekurangan dalam indera penglihatan
. Sejak lahir , Sandy belum pernah melihat betapa indahnya kehidupan dunia ini
. Yang dia lihat hanya hitam , gelap , dan tidak melihat apa-apa. Orang tuanya
sangat menyayangi Sandy , begitu juga dengan Sandy . Orang tuanya merawat Sandy
sampai masuk sekolah istimewa .
Di sekolah , ternyata Sandy begitu
cepat belajar dan memahami apa yang diajarkan . Sampai-sampai Sandy mendapat
nilai hampir sempurna , akhirnya dia pun dipindahkan sekolah ke sekolah umum .
Sandy bahagia , bahagia sekali ! dia memeluk erat kedua orang tuanya sambil
meneteskan air mata karena terharu .
Hari pertama di sekolah baru , dia
berjalan menuju kelasnya menggunakan tongkat bantu bersama ayahnya . Di tuntun
sampai masuk kelas oleh ayahnya . Bel sudah dibunyikan , Sandy memperkenalkan
dirinya didepan kelas tapi setelah dia selesai berbicara salah satu dari murid
itu mengejek Sandy karena dia buta,semua tertawa lepas . Sandy sedih , tetapi
ia kuat , ia tidak meneteskan air mata sedikitpun , ia begitu tegar . Sandy
disuruh duduk ditempat yang kosong . Saat mau duduk , bangku itu malah ditarik
kebelakang , Sandy yang tidak tahu itu jatuh dan menahan sakit , semua tertawa
lepas , semua ini adalah ide Doni (anak yang memang bandel dan suka menjahili
orang yang tidak bersalah). Sandy lagi-lagi tidak meneteskan air mata karena ia
tahu bahwa itu bukan jalan keluar . Hal-hal seperti ini tidak diceritakan Sandy
kepada kedua orang tuanya , ia lebih baik menyimpan cerita ini sendiri .
Hari-hari berikutnya sama saja , sama seperti Sandy rasakan ketika masuk
pertama kali bersekolah, tetapi ada yang berbeda. Dihari-hari berikutnya lagi ,
Doni sepertinya mulai lelah untuk menjahili Sandy, yang semakin hari semakin
iba . Orang tuanya sangat bingung , karena tidak
tahu yang dirasakan Sandy selama ini . Pelan-pelan ayah ibunya bertanya tentang
apa yang dia rasakan , tetapi Sandy menjawab tidak apa-apa .
Orang tuanya kaget , saat diberi tahu
bahwa Sandy pertama kali bersekolah sama sekali tidak punya teman , tetapi
nilai-nilai pelajarannya tetap memuaskan . Perasaan mereka berdua ada senang
dan sedih bercampur aduk menjadi satu , karena selama ini mereka tidak tahu apa yang
dialami oleh anak , Sandy . Sampai rumah , orang tua Sandy menanyakan lagi
secara pelan-pelan apa yang dirasakan Sandy . Sandy menjawab dengan pelan yang
sebenarnya . Lalu , orang tua nya menangis dengan rasa sangat sangat sedih ,
hati mereka hancur saat tahu bahwa anaknya menyimpan suatu rahasia yang
mendalam. Tetapi mereka berdua bangga mempunyai anak yang penyabar dan
pintar .

0 komentar:
Posting Komentar