Jumat, 20 Juni 2014

Save Earth!

Diposting oleh Unknown di 19.45

 

 
Teman-teman, dizaman sekarang ini tidak sedikit bencana alam yang sangat merugikan kita (para umat manusia) . Tetapi penyebab dari semua ini adalah dari kesalahan kita semua , tanpa kita sadari . Secara perlahan namun pasti , kita telah merusak bumi karena keserakahan kita . Dengan teknologi yang sudah maju dan serba canggih , kita dengan teganya merusak  planet “surga” di alam semesta ini .
Bumi dahulu sangat berbeda dengan bumi yang sekarang , karena sekarang itu bumi sedang merintih kepanasan , kesakitan yang mendalam (Perut bumi yang terus menerus digali) , perbedaan musim (tidak sesuai dengan bulan-nya), polusi (tanah,udara dan air) . Tak sadarkah kita? Sudah merusak alam ini , tempat yang memberikan kita oksigen untuk tetap bernafas segar , rerumputan yang memberikan kehalusan dalam berjalan tanpa merasakan sakit , air mengalir membuat agar kita tidak kehusan , tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan makanan agar kita bisa makan , hewan-hewan yang menemani kita saat sendiri.
Sebab itu kita sebagai umat manusia harus tetap melindungi bumi agar tidak merintih kesakitan lagi .
                         

a.)       Mengapa udara disiang hari terasa panas menyengat?
Udara disiang hari terasa panas menyengat karena ulah kita sendiri . Kalian semua berfikir solusi untuk mengatasi udara panas ini dengan menggunakan AC . Pemikiran seperti itu sangat salah besar ! . Walaupun AC memberikan sensasi “sejuk” didalam ruangan , tetapi diluar ruangan itu unit outdoor-nya mengeluarkan hawa panas yang naik ke atmosfer bumi . itulah yang membuat kita kepanasan disiang hari . Untuk memberikan udara sejuk alami , kita bisa menanam pohon dilahan yang tidak terpakai . Nah, dari pohon itu akan mengeluarkan oksigen , sehingga akan terasa sejuk dan bisa mengembalikan kehijauan bumi kita.


b.)   Apa hubungannya ‘hijaukan bumi’ dengan ‘teknologi’?
Hubungannya sangat terkait . Karena teknologi yang semakin maju dan canggih akan mempengaruhi hijaunya bumi kita . Seperti handphone yang mengeluarkan radiasi yang berbahaya bagi kesehatan maupun bumi kita .  Dimohon  untuk tidak “kecanduan” mengganti handphone sesuai zaman dengan tidak mengganti handphone selama ±4 tahun , karena dengan cara ini kita bisa menghemat radiasi berbahaya yang dipancarkan handphone tersebut.

c.)    Bagaimana merawat bumi agar “sembuh” seperti semula?
Yaitu dengan :
1)      Melakukan reboisasi 
Dengan reboisasi , kita bisa belajar menanam pohon dengan benar dilahan yang pohonnya sudah ditebang maupun dilahan yang tidak terpakai sekalipun .
2)      Tidak membuat pemukiman di bantaran sungai atau kali .
Kalau di bantaran sungai atau kali nya ada pemukiman, sungai atau kali itu pasti airnya sudah tercemar oleh limbah pemukiman . Maka dari itu , dimohon untuk tidak bermukim di sana . Kan pemerintah sudah menyiapkan rumah susun untuk warga .
3)     Membuang sampah ditempatnya
Cara ini sangat sederhana , anak kecil pun bisa melakukannya . Tetapi yang membuat mereka membuang sampah sembarangan adalah diri mereka sendiri. Sudah tahu banyak tempat sampah yang tersebar untuk menampung sampah-sampah , tapi tetap saja mereka buang sampah sembarangan . Setidaknya, mereka harus sadar kalau kebiasaannya dapat berdampak buruk bagi kesehatan maupun lingkungan sekitar .
4)     Tidak memburu hewan-hewan langka
Walaupun hewan langka mempunyai nilai jual yang sangat tinggi , tapi kalian setidaknya harus memikirkan kehidupan hewan langka itu juga . Para hewan langka sangat bersusah payah untuk bertahan hidup . Tetapi hidupnya malah berakhir di dinding pajangan.
5)     Tidak menebang tumbuh-tumbuhan langka
Soal tumbuhan langka sudah jangan ditanya lagi , sudah sangat memprihatinkan . Karena khasiat dari tumbuhan langka sangat manjur , kita sebagai manusia dengan teganya menebang tumbuhan langka . Padahal kita hanya perlu melestarikannya agar bertambah banyak dan tidak jadi punah jenisnya.
6)     Melancarkan rantai makanan
Dengan cara tidak membinasakan habis salah satu rantai makanan. Seperti : Membinasakan habis seluruh tikus dimuka bumi membuat para ular akan kekurangan makanan , ular itu pun perlahan-lahan akan mati , kalau ular mati nanti para predator bisa saja memangsa manusia. Berbahaya!
7)     Tidak menangkap ikan dilaut dengan menggunakan bahan peledak
Kalau menangkap ikan menggunakan bahan peledak bisa-bisa terumbu karang ikut hancur juga , ikan-ikan kecil pun ikut habis . Jangan sampai ini terjadi L
8)     Tidak membuat pabrik di bantaran sungai atau kali
Agar limbah pabrik tidak mengotori sungai atau kali . Supaya sungai atau kali kita tetap jernih dan bebas penyakit .
9)     Menghemat pemakaian listrik
Dengan cara ini kita bisa merasakan indahnya menghemat listrik .
10)  Jangan sering-sering menggunakan tissue atau kertas
Karena  tissue dan kertas yang kita pakai sekarang ini banyak yang terbuat dari serat-serat pohon . Bayangkan, pohon yang sangat banyak dimuka bumi ini bisa habis kalau dipakai untuk membuat tissue dan kertas . Jadi, pakailah sehemat mungkin ya J
11)   Jangan membakar lahan hutan dengan disengaja  ya :’(
Yang terakhir ini tindakan yang paling kejam . Manusia yang melakukan perbuatan ini tidak punya hati nurani . Dengan terbakarnya pohon , banyak sekali dampak yang akan kita rasakan . Selain mengurangi jumlah pohon  di muka bumi ini , perbuatan ini juga menimbulkan dampak : polusi udara yang sangat mengancam kesehatan , tanah yang kering , dan sebagainya.

Teman-teman , untuk itu kita harus merawat bumi ini dengan baik ya . Agar diesok hari kita bersama para manusia lainnya bisa merasakan betapa indahnya bumi ini , walaupun indahnya bumi sekarang tidak seindah dahulu . Sangat kejam kita kalau merusak bumi ini untuk kepentingan pribadi . Pikirlah, banyak diluar sana yang banting tulang bekerja keras demi mempertahankan hidupnya dengan berbagai cara . Kita harus bisa membantu mereka sambil melakukan penghijauan alam .  Karena slogan mengatakan : Bantu temanmu dan hijaukan bumi kita .

~Terima Kasih~

0 komentar:

Posting Komentar

 

Asni World Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei